Tarif

SURABAYA Pengelolaan parkir di Bandara Juanda dipersoalkan oleh DPRD Jatim. Pemicunya, semua kendaraan yang masuk ke areal bandara dikenai retribusi parkir. Padahal, tidak semua memarkir kendaraan di area itu.

Hal tersebut terungkap dalam rapat tertutup Komisi D DPRD Jatim. Dalam rapat itu, dibahas penarikan retribusi parkir di gerbang depan bandara.

“Penarikan tersebut merugikan masyarakat,” kata Wakil Ketua Komisi D Edy Wahyudi.

Menurut dia, masyarakat seolah-olah membayar bea masuk seperti menonton bioskop yang ditarik sebelum masuk ke lokasi pertunjukan. Padahal, karcis yang diberikan kepada pengendara setelah membayar disebut sebagai pembayaran parkir.

Politikus Partai Golkar tersebut menambahkan, meski telah membayar retribusi parkir di depan, tidak semua pengendara masuk pintu gerbang parkir di area bandara.

“Ada yang sekadar mengantar sehingga tidak perlu parkir. Ada pula yang hanya keliling-keliling. Masak, itu juga ditarik bayaran,” katanya.

Dia membenarkan kabar bahwa pengaturan bea masuk adalah kewenangan bandara. Hanya, dewan menilai hal tersebut kurang pas. Menurut Edy, dengan pemberlakuan tarif masuk, bandara hanya pro terhadap pengelola yang menerima keuntungan dari bea masuk.

Hal itu mengakibatkan pelayanan kepada masyarakat berkurang. Sebab, masyarakat dibebani biaya yang tidak seharusnya.

“Banyak pengendara yang membayar parkir, tapi tidak parkir. Lantas, ke mana uang itu?” tanyanya.

Dia mengusulkan agar gerbang pintu masuk bandara dipindah ke area yang dijadikan lokasi parkir. Tujuannya, pengunjung bandara hanya membayar parkir jika memang akan memarkir kendaraan.

Terungkapnya penarikan uang parkir yang tidak pada tempatnya tersebut bermula dari laporan masyarakat yang mengaku dirugikan karena membayar bea parkir meski tidak parkir. Laporan itu kian banyak pada masa liburan sekolah bulan ini.

Karena itu, komisi D meminta PT Angkasa Pura I menata penarikan retribusi parkir tersebut. Sebagai tindak lanjut, dewan berencana melayangkan surat panggilan ke PT Angkasa Pura I untuk menjelaskan masalah itu di depan anggota dewan.

Sementara itu, Humas PT Angkasa Pura I Edmundus Priyono menyebut penarikan karcis pada pengunjung bandara sudah tepat. Sebab, ketika memasuki bandara, pengunjung sejatinya menggunakan areal bandara.

“Meski hanya lewat atau menjemput orang, mereka kan menggunakan areal parkir. Itu harus ditarik,” jelasnya.

Edmundus mengibaratkan bandara seperti mal dan supermarket. Tiap masuk, pengunjung dibebani biaya parkir.

“Meskipun cuma lewat atau mengantar, yang penting mereka masuk. Karena itu, mereka harus bayar,” ungkapnya.

Areal di dalam Bandara Juanda, lanjut Edmundus, memang selalu ramai. Kendaraan yang masuk pasti menambah volume kendaraan yang memadati jalan-jalan di bandara. Pembayaran parkir tersebut adalah salah satu kompensasi beban jalan yang harus dibayar.

(Sumber : Jawapos_July2008)

Ketika pengunjung memasuki wilayah Bandara Juanda Surabaya maka secara tidak langsung telah menikmati fasilitas seperti :

  • rambu-rambu (penunjuk arah) yang diperuntukkan untuk kemudahan bagi pengguna jasa,
  • panduan petugas traffic untuk kelancaran arus lalu-lintas saat menaikkan atau menurunkan penumpang atau barang
  • fasilitas keamanan & ketertiban, pengamanan teroris, penyelundupan, atau sabotase

Jika kebijakan tarif mengenai pembayaran retribusi parkir di gerbang depan ditinjau ulang, maka perlu diperhatikan waktu maksimal atau durasi kendaraan ketika berada dalam area Bandara sampai berapa lama, mengingat budaya orang Indonesia yang suka gratisan.Contoh: Kendaraan yang bedurasi tidak lebih dari 5 menit tidak dikenakan biaya.

Related Articles
  1. Mobil Pengantar di Bandara Juanda Tak Perlu Bayar Parkir

3 responses

  1. Ahmad kurniawan

    Gak mau bayar parkir alasan tidak parkir, la memange bandara opo punyae mbahnya???

    Juni 4, 2010 pukul 3:30 am

    • Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim mengatakan, untuk mobil pengantar yang tidak parkir di Bandara Juanda seharusnya tidak dikenai tarif parkir.Seperti di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, mobil pengantar yang tidak parkir diberi jalan khusus, sehingga tidak perlu membayar tarif parkir.

      Juni 18, 2010 pukul 6:59 am

  2. Sekarang ini Juanda berbenah parkir habis2an.. saya lihat sudah lebih jauh rapi disiplin dan bersemangat, Anda nggak komentar? apa anda ini memang ugasnya mencari yang buruk-buruk saja…

    Oh god.. maafkan orang ini…

    Desember 26, 2010 pukul 5:32 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s