Pengelolaan Gerbang Parkir


“Patut ditelusuri adanya dugaan itu. Apakah Kejadian ini atas inisiatif manajemen pengelola parkir PT Angkasa Pura I atau petugas pelaksana penjaga gerbang keluar dari bandara,” tegas anggota Komisi A DPRD JatimAhmad Jabir, Jumat (7/5/2010).

Menurut politisi PKS ini, modus penyimpangan itu setidaknya terlihat jelas di tiga titik.

Pertama, di pintu exit tol Juanda, caranya pintu gerbang masuk bandara tidak dilengkapi dengan perangkat online, tetapi karcis manual. Sehingga, kendaraan yang masuk tidak terdata di online system.

“Ini kan aneh. Bandara berkelas internasional seperti Juanda kok menggunakan sistem manual,” imbuhnya.

Kedua, di pintu gerbang selatan, caranya petugas tidak memberikan struk pembayaran saat kendaraan keluar, tetapi cukup dilihat tanggal masuk manualnya. Kemudian, kalau kendaraan menginap dikenakan Rp 20.000 per hari. Jika tidak menginap dikenakan tarif Rp 2.000 per jam.

Ketiga, di pintu exit tol Juanda, caranya kalau pengendara mobil yang masuk dari exit Tol lalu keluar tidak meminta struk, maka tidak diberikan struk. Atau kalau tidak ditunggu, maka petugas pura-pura lupa (diam) tidak mengasih struk atau bukti pembayaran parkir.

Dengan berbagai modus seperti itu, lanjut Jabir, potensi kebocoran retribusi parkir di Bandara Internasional Juanda sangat terbuka. Misalnya, kalau dalam sehari ada 100 kendaraan masuk bandara melalui exit Tol dan bermalam. Maka potensi retribusi parkir yang masuk adalah sebesar 100 dikalikan Rp.20.000 atau senilai Rp 2 juta

Sedangkan kalau ada 500 kendaraan parkir tidak bermalam, maka hitungannya adalah 500 x 1 jam x 2.000 atau senilai Rp 1 juta. Sehingga kalau ditotal setidaknya ada Rp 3 juta per hari yang rawan bocor atau dibocorkan. “Kalau sebulan maka bisa mencapai Rp 90 juta, hitungannya 30 hari x 3 juta. Dan ini sudah berjalan bertahun-tahun sejak pintu masuk dari exit Tol Juanda dibuka,” ungkap Jabir.

Mantan anggota DPRD Kota Surabaya ini mengaku sudah melaporkan hal ini kepada Ketua Komisi A DPRD Jatim dan mendapat sambutan yang positif.Bahkan dalam pekan depan, komisi yang menangani urusan pemerintahan dan hukum ini berencana akan membahas secara serius sekaligus menjadwal rencana memanggil pihak manajemen PT Angkasa Pura I untuk dimintai klarifikasi

“Ini kasus serius dan perlu ditelusuri dan ditindaklanjuti, sebab masalah ini bisa merugikan keuangan negara kalau terus dibiarkan,” pungkas vokalis DPRD Jatim ini. [tok/kun]

8 May 2010 | dikirim oleh Ahmad Jabir
Jum’at, 07 Mei 2010 21:04:06 WIBReporter : Rahardi Soekarno J.
http://www.jabir-pks.org/2010/dewan-akan-panggil-pt-ap-i-parkir-juanda-diduga-bocor-rp-3-jutahari/

Menampung aspirasi dan memanfaatkan semaksimal mungkin utk disampaikan kepada pengelola fasilitas umum guna peningkatan pelayanan masyarakat merupakan tugas Wakil Rakyat.Menjadi Bandara yang dapat mengakomodasikan harapan Pemerintah dan masyarakat didalam memenuhi kebutuhan layaknya Bandara Internasional pastilah menjadi tujuan Management Angkasa Pura 1,oleh karena itu pemilihan mitra jasa parkir diharap mampu meningkatkan citra image Bandara Internasional Juanda.Tips untuk 3 Titik yg dikemukakan:
Gerbang Masuk Utara (exit tol arah waru-juanda)
Biasakan untuk meminta bukti pembayaran (karcis) pada saat bayar transaksi
Tiket manual hanya dibutuhkan sewaktu error sytem atau gangguan listrikGerbang Keluar Barat (gerbang utama)
Biasakan untuk meminta bukti pembayaran (struk) pada saat bayar transaksi dan perhatikan nominal rupiah dan nopol sesuai dgn transaksi dan nopol anda

Gerbang Keluar Utara (in tol arah juanda-waru)
Biasakan untuk meminta sebagian sobekan (karcis) porporasi jika anda menerima tiket manual

Tips lainnya:

  • Pemilihan Jaringan On-line bukan sekedar ekonomis tetapi kualitas bahan
  • Penyakit BUMN adalah Nepotisme, mengurangi kualitas SDM dgn filter tes yang independent
  • Biasakan untuk mengucapkan “Terima Kasih” kepada petugas parkir
  • Biasakan untuk tidak berkeinginan membayar murah dari tarif sebenarnya jika anda parkir inap

2 responses

  1. global warming

    menurut saya,,,,kita tidak perlu minta struk parkir…karena ini akan berdampak akan penggunaan kertas yang tidak perlu…bayangkan saja kalau seluruh pengguna jasa parkir meminta struk parkir..berapa pohon yg harus di tebang sia-sia….

    Agustus 20, 2010 pukul 2:31 pm

  2. leakshield

    Ini anggota DPRD gimana ya? analisis kebocoran kok nggak mutu… apa hubunganya STRUK parkir sama kebocoran… menuduh yang nggak-nggak namanya fitnah loh pak..

    September 22, 2010 pukul 9:02 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s